Rabu, 02 Oktober 2019

Styles of Business Letter

Styles of Business Letter

Nama : Suci Wulan Sari
Kelas : 3EB03
Npm : 25217788



Fakultas    Ekonomi
Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma

Styles of Business Letter
The Styles of Business Letters (Layouts of Business Letters) have undergone changes over the period of time. In the old times, the style was followed strictly. But recently liberty has been given to the business people to follow their own styles. Although no room was allowed for deviation form the standard form an effective letter during old days, the letters written then was more effective. There are still many business houses which use the old layout. But things have become much easier and business people have taken liberty in their approach towards adopting the layout of their business letters. There are many different styles of business letters that you and your staff may need to send to customers, industry leaders, job applicants, and industry colleagues, such as the following styles:
1. Full Block Style
In this type of letter format, all the elements are usually aligned to the left side of the paper. Generally, this format is very simple and many people prefer it because it appears neat. When using it, you separate the paragraphs by double spacing. Because of a formal appearance, the full block style letter format is used in formal business circumstances. However, it is a very easy format and many people still use it even during informal business situations. This format is advantageous because it works well regardless of the formality of the situation. 
.
2. Semi Block Style
Semi-block format or style is frequently called modified semi-block because it is a slightly less formal modification of full block format. This letter style places the date line in alignment with, or slightly to the right of dead center. Another option for placing the date line in semi-block is flush right. Similar to full block, semi-block places the inside address, salutation and any end notations flush with the left margin. However, unlike full block, each body paragraph of semi-block is indented five spaces. The complimentary close and signature block are aligned under the date.
3. Indented Style
Indented style is somewhat more complicated than other popular styles of business writing. In indented style, new paragraphs in a piece of writing are indented that is, they begin about 1.5 centimeters to the right of the left margin. Other parts of a business letter are moved farther to the right half of the page. Indented style is one of the older formats for business writing currently in use, though other formats are becoming more popular. Indented style is a format that many of today’s business people were trained to use.
4. Simplified Style
Simplified format or style unlike full block and semi-block has fewer internal parts. This format is also the most widely used format in professional correspondence. Simplified format is focused and professional without unnecessary formality. Simplified format places all internal parts in left alignment; however, the traditional salutation is replaced with an all-caps subject line that is also placed flush with the left margin. Body paragraphs are left aligned and single spaced within and double spaced between. In simplified style, the writer’s name and title, if necessary, are aligned with the left margin and typed in all caps at least five spaces below the last line of the body or message of the letter.
5. Hanging Indentation Style
A hanging indented letter style is when a paragraph is indented so that the first line hangs over the rest. Normally you would see a first line indent. This is when the first line is moved to the right and the rest of the paragraph starts at the margin. The most common place hanging indents are used is on a bibliography reference page. When typing you can change the indentation by either formatting the paragraph or changing the page margins.



Daftar pustaka :






Minggu, 25 November 2018

Tugas Koperasi


MAKALAH
KOPERASI



Disusun Oleh:
1.Nurhadi Wicaksono (26217782)
2. Nurul Anisa (24217617)
3.Suci Wulan Sari (25217788)
4.Veny (26217070)
5.Zulkifli Boli Malakalu (26217414)






FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2018
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah koperasi Dan juga kami berterimakasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

            Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

            Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah ini dapat memberikan maanfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.












Depok,24 November 2018
Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………………....
BAB 1
PENDAHULUAN……………………………………………………………
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………
1.2 Tujuan Penulisan………………………………………………………….
1.3 Manfaat Penulisan………………………………………………………...
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Koperasi Indonesia……………………………………………..
2.2 Sejarah Koperasi Sekolah……………………………………………….
2.3 Pengurus Koperasi………………………………………………………
2.4 Koperasi Yang bergerak dibidang Jasa………………………………..
2.5 Modal…………………………………………………………………….
2.6 Visi Dan Misi……………………………………………………………
BAB III
3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………….














BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Koperasi merupakan produk ekonomi yang kegiatannya menjadi gerakan ekonomi kerakyatan, dan berjalan dengan prinsip gotong-royong.
Koperasi sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan bersama dari para anggotannya.
Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas. Dalam
rangka usaha untuk memajukan kedudukan rakyat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka Pemerintah Indonesia memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan perkumpulan-perkumpulan Koperasi.
Pemerintah Indonesia sangat berkepentingan dengan Koperasi, karena Koperasi di dalam sistem perekonomian merupakan soko guru. Koperasi di Indonesia belum memiliki kemampuan untuk menjalankan peranannya secara efektif dan kuat. Hal ini disebabkan Koperasi masih menghadapai hambatan struktural dalam penguasaan faktor produksi khususnya permodalan. Dengan demikian masih perlu perhatian yang lebih luas lagi oleh pemerintah agar keberadaan Koperasi yang ada di Indonesia bisa benar-benar sebagai soko guru perekonomian Indonesia yang merupakan sistem perekonomian yang yang dituangkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 .
Cita-cita Koperasi memang sesuai dengan susunan kehidupan rakyat Indonesia. Meski selalu mendapat rintangan, namun Koperasi tetap berkembang. Seiring dengan perkembangan masyarakat, berkembang pula perundang-undangan yang digunakan. Perkembangan dan perubahan perundang-undangan tersebut dimaksudkan agar dapat selalu mengikuti perkembangan jaman.



1.2 Tujuan Penulisan
1.     Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan koperasi
2.     Untuk mengetahui tujuan dan manfaat koperasi.
3.     Untuk mengetahui koperasi yang berada disekolah.
4.     Untuk mengetahui sejarah berdirinya koperasi tersebut.

1.3 Manfaat Penulisan
1.     Sebagai tambahan Pengetahuan bagi penulis dan pembaca


















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah koperasi Indonesia
Singkat sejarah adanya koperasi di Indonesia. pada abad ke 20 umumnya hasil yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang kaya, koperasi tumbuh dari kalangan rakyat. Ketika menderita dalam keadaan ekonomi yang sulit dan orang-orang yang hidup dengan ekonomi terbatas, maka dari situlah terdorong untuk mempersatukan diri untuk meolong dirinya sendiri dan manusia yang lainnya. Koperasi di Indonesia dikenalkan oleh R. A. Wiriaatmadjadi Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896.

2.2 Sejarah koperasi sekolah
Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas guru dan karyawan sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya.

Koperasi tabsiguan telah dibentuk kepengurusannya pada tahun 2006 dan sudah berjalan hingga saat ini. Pada tahun 2006 hingga juli 2017 koperasi tabsiguan memiliki kepengurusan pertama. Dan setelah itu dari Agustus 2017 hingga saat ini koperasi tabsiguan sudah mengganti beberapa anggota kepengurusan di karenakan dari beberapa anggota kepengurusan koperasi ini sudah pensiun.

2.3 Pengurus koperasi
Koperasi tabsiguan memiliki 61 guru dan karyawan tetapi yang menjadi anggota kepengurusan hanya 59 Anggota. Dan juga hanya guru dan karyawan yang diizinkan menjadi anggota, diluar itu tidak diperbolehkan. Pada tahun 2006 hingga Juli 2017 koperasi ini memiliki pengurus koperasi yang beranggotakan :
·         Ketua : Drs. Suyitno (kepala sekolah)
·         Sekretaris : Riyani, S.pd
·         Bendahara : Maryati, S.pd
·         Pembina : Drs. H Syamsudin Hasibuan, MM
·         Pengawas : Dra. Nurhanaya dan Drs. Suhardi

Mulai Agustus 2017 hingga saat ini kepengurusan koperasi tabsiguan adalah :
·         Ketua : Drs. Suyitno (kepala sekolah)
·         Sekretaris : Subagyo, SE
·         Bendahara : Riyani, S.pd
·         Pembina : Drs. Suroto
·         Pengawas : Dra. Nurhanaya dan Ariyanti

2.4 Koperasi yang bergerak dibidang jasa
Koperasi ini bergerak dalam bidang jasa pinjaman :
1.      Pinjaman dalam bentuk Uang dan Barang
2.      Investasi Uang
3.      Tabungan Masa depan dan Qurban

2.5 Modal
Modal yang dicatat dalam koperasi ini pada bulan 31 juli 2018 sebesar 777.675.567
Walaupun koperasi ini belum mempunyai kantor sendiri, tetapi koperasi ini sudah mempunyai modal yang cukup besar.

2.6 Visi dan Misi
Koperasi tabsiguan memiliki visi dan misi :
1.      Untuk tolong menolong sesama anggota
2.      Mensejahterahkan anggota




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di sekolah yang anggota-anggotanya terdiri dari guru dan karyawan. Modal koperasi sekolah di dapat dari modal sendiri dan modal dari pihak luar. Lapangan Usaha Koperasi sekolah berada dalam lingkungan sekolah yang usahanya meliputi sektor ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan para siswa sekolah. Dengan adanya koperasi sekolah, siswa mudah mendapatkan keperluan sekolah dengan harga yang terjangkau.

Dokumentasi foto
Koperasi mini market AT-TA’AAWUN termasuk koperasi yang dimiliki sekolah Smai pb soedirman cijantung.


Senin, 07 Mei 2018

Perkembangan UKM selama 3 tahun terakhir di Indonesia dan efek kepada perekonomian indonesia


Perkembangan UKM selama 3 tahun terakhir di Indonesia
Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UKM selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern. Serta mampu menyerap banyak tenaga kerja. Peranan usaha kecil tersebut menjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan pembangunan yang dikelola oleh dua departemen yaitu Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta Departemen Koperasi dan UKM.
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mencatat, makin banyak masyarakat yang memulai usaha sendiri. Jumlah wirausaha baru di Indonesia naik menjadi 3,1% dari jumlah penduduk dalam tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mencatat, sebelumnya, wirausaha baru di Indonesia hanya 1,56% dari populasi.
"Awalnya target peningkatan jumlah wirausaha per tahun hanya 1 juta tapi ternyata dalam kurun lebih kuranga 3 tahun sudah mencapai 3,1% jumlah penduduk, ini kenaikan yang luar biasa," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, saat membuka acara Gebyar UKM Indonesia 2017 di SME Tower, Smesco Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10).
Di samping itu, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga naik signifikan dalam tiga tahun terakhir menjadi 3,99%. "Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan angka kontribusi koperasi terhadapa PDB ini bisa naik sampai 6% pada akhir tahun 2019. Demikian juga dengan jumlah wirausaha baru diupayakan mencapai bisa mencapau 5% jumlah penduduk, di akhir 2019," katanya.
Ada beberapa penyebab permasalahan dan penghambat UKM :
a.      Factor internal
-         Kurangnya permodalan
-         Sumber daya Manusia yang terbatas
-         Lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar
b.     Factor eksternal
-         Iklim usaha belum sepenuhnya kondusif
-         Terbatasnya sarana dan prasarana
-         Impikasi otonomi daerah
-         Implikasi perdagangan bebas
-         Terbatasnya akses pasar
-         Sifat produk dengan lifetime pendek
Factor pendukung yang sangat penting dalam menjaga keberadaan UKM adalah lembaga keuangan bank dan non-bank. Sebabnya , pembiayaan lembaga kredit lembaga keuangan dapat menggairahkan UKM agar mandiri karena modalnya bertambah. Salah satu bentuk pemberdayaan yang ada di Indonesia adalah pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang kemudian juga berpengaruh terhadap perekonomian secara nasional.
Ketika terjadi krisis ekonomi 1998, hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor usaha yang lebih besar (UB) justru tumbang oleh krisis. Krisis ini telah mengakibatkan kedudukan posisi pelaku sektor ekonomi berubah. Usaha besar satu persatu mengalami bangkrut karena bahan baku impor meningkat secara drastis, biaya cicilan utang meningkat sebagai akibat dari nilai tukar rupiah terhadap dollar yang menurun dan berfluktuasi. Sektor perbankan yang ikut terpuruk turut memperparah sektor industri dari sisi permodalan. Banyak perusahaan yang tidak mampu lagi meneruskan usahakarena tingkat bunga yang tinggi.
 Berbeda dengan UKM yang sebagian besar tetap bertahan, bahkan cenderung bertambah. Sumbangsih UKM terhadap PDB menjadikan indikator pentingnya UKM dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian di Indonesia, Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan indikator pertumbuhan perekonomian, dimana pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita dalam jangka yang panjang . Output perkapita sekarang ini kita kenal sebagai Produk Domestik Bruto (PDB). PDB sendiri sangat berkaitan erat dengan jumlah penduduk sehingga PDB sangat dipengaruhi jumlah penduduk dan jangka waktu yang panjang, jadi pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses 


Daftar pustaka :